Kecanduan Mendengarkan Musik bisa Mengganggu Kesehatan Pendengaran

Kecanduan Mendengarkan Musik bisa Mengganggu Kesehatan Pendengaran
… Saya baru saja membaca sebuah artikel di salah satu majalah yang mengatakan bahwa “diperkirakan terdapat 5-10 persen dari penggila musik yang mendengarkan musik mp3 dari mp3 player mereka selama lebih dari satu jam setiap hari berpotensi mengalami masalah atau gangguan pendengaran secara permanen.” Gawat!!! Apalagi kira-kira lima belas menit yang lalu saya mendengarkan musik mp3 dari laptop dengan menggunakan earphone. Sebenarnya hal ini bukan info baru. Jaman kuliah dulu kami pernah diajarkan baik di THT (Ilmu Penyakit Hidung, Telinga dan Tenggorokan) maupun IKM (ilmu Kesehatan Masyarakat)-khususnya tentang kesehatan kerja- bahwa ada yang disebut dengan tuli saraf atau istilah kedokterannya tuli sensori-neural. Suatu jenis tuli yang berbeda dengan tuli jenis lainnya -tuli konduktif atau tuli kongenital- dimana kerusakannya ada pada saraf dan sifatnya permanen. Pada seseorang yang menderita jenis tuli/gangguan pendengaran ini tidak akan bisa mendengarkan suara pada frekuensi tertentu.
Nah apa yang bisa kita lakukan agar kita tidak mengalami gangguan pendegaran jenis ini. Mungkin hal ini akan menjadi hal yang sulit bagi kita terutama pencandu musik yang sudah menjadi kebiasaan menempel headset, headphone atau apapun namanya di telinga kita, apalagi hal ini bukan hal luar biasa lagi, cobalah lihat di bis, busway, halte, pesawat dll, begitu banyak yang menggunakannya. Yeah ini sudah jaman iPod, bukan jamannya lagi membawa tape kompo besar di pundak. Lagipula, dengan menggunakan heaset kita bisa menikmati musik yang kita senangi tanpa perlu mengganggu orang lain di sekitar kita.
Hal berikut ini mungkin akan berguna bagi saya dan anda tanpa perlu meninggalkan kebiasaan ini:
1. Tentu saja pertama adalah atur volume mp3 player kamu pada tingkat yang tidak terlalu tinggi. Di mp3
player seperti Creative kamu bisa mengaktifkan mode ’smart volume’ selain suara keluaran di headset tidak berisik hasilnya juga lebih enak didengar.
2. Aktifkan atau setting di mp3 player kamu untuk mati secara otomatis setelah waktu tertentu, yang
penting tidak lebih dari satu jam! Bisa kamu set 45 menit atau setengah jam. Semua handset sekarang pada umumnya telah memiliki fasilitas ini, di handphone Sony Ericsson Walkman ada, di Creative seperti Zen Vision: M juga ada, namanya ‘idle shut down’.
Hal ini berlaku pula bagi anda yang bekerja di tempat yang bising seperti pabrik, petugas parkir pesawat-
hehehe…apa ya istilahnya?- dll, gunakan alat peredam suara dan hindari berada di ruangan sumber suara tersebut lebih dari sejam.
3. Saya pikir lebih bijak bila menggunakan headset yang biasa daripada yang in ear,-tahu kan?- selain harga
headset in-ear jauh lebih mahal, juga akan lebih baik bagi kesehatan pendengaran kita. Kalaupun terpaksa menggunakannya, gunakan yang memiliki lubang udara di luar jadi kelebihan suara tidak akan membebani telinga kamu. Bahkan merek tertentu seperti Sennheiser memiliki fasilitas tertentu dengan menekan tombol
tertentu kamu akan bisa mendengarkan suara di luar tanpa melepas headsetnya dari telinga anda.
4. Hindari penggunaannya pada saat akan mendarat atau take-off, percayalah saya pernah ditegur oleh
chief pramugari karena hal ini, meskipun dengan cara yang amat sangat halus tapi saya tetap merasa malu karena seisi pesawat memperhatikan saya. Percayalah anda tidak mau melakukan ini. Setelah berada di atas anda boleh kembali menggunakannya.
Yeah…itu saja saya pikir, ada yang ingin menambahkan?




Related Post:

0 komentar:

Daftar Isi

Welcome to Kumpulan Materi Keperawatan

Bismillah, Alhamdulillah, My Name is Ilham Burhanuddin and my nickname is Ilo and I was born in kendari on Juli 15, 1986. I’m Blogger from Indonesia. I hope all my Posts is usefull for all of you. Thanks for visit here and support me. The text, images and the tutorials themselves are under copyright of their respective author, so you cannot copy them either in english or in any other translated language. Also the Blogger Templates and Widgets provided on this website are licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License, which permits both personal and commercial use. However, to satisfy the ‘attribution’ clause of the license, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its authors.

Social Stuff

  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • HOME
Info