KTI GAMBARAN PELAKSANAAN SP PADA PASIEN DENGAN ISOLASI SOSIAL DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA DR. SOEPARTO HARDJOHOESODO KENDARI



GAMBARAN PELAKSANAAN SP I, SP II, DAN SP III PADA PASIEN DENGAN ISOLASI SOSIAL DI RUANG RAWAT INAP

RUMAH SAKIT JIWA DR. SOEPARTO
HARDJOHOESODO KENDARI





KARYA TULIS ILMIAH


Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan
 Diploma III Keperawatan Pada   Politeknik
Kesehatan Depkes Kendari
OLEH



I L H A M. AMK
                                                                NIM  P00320005012







DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KENDARI
JURUSAN KEPERAWATAN
2008

KARYA TULIS ILMIAH

GAMBARAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN TERHADAP PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA  PASIEN ISOLASI SOSIAL  DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA DR. SOEPARTO
HARDJOHOESODO KENDARI




Disusun dan Diajukan Oleh :


I L H A M
                                                                 NIM  P00320005012






Telah Mendapatkan Persetujuan Dari Tim Pembimbing



Menyetujui



       Pembimbing  I                                                               Pembimbing  II

Sitti Rachmi Misbah, S.Kp, M.Kes                         Taamu, A. Kep. S.Pd. M.Kes
        NIP : 140 348 143                                                       NIP 140 147 769





GAMBARAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN TERHADAP PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA  PASIEN ISOLASI SOSIAL  DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA DR. SOEPARTO
HARDJOHOESODO KENDARI






Disusun dan Diajukan Oleh :


I L H A M
                                                                 NIM  P00320005012


Telah dipertahankan di depan penguji
 Pada Tanggal 18 November 2008
 dan dinyatakan telah memenuhi syarat



Menyetujui

1.  Drs. H. Anwar Sanusi,Bsc,M.Kes                         ( . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .)
2.  Indriono Hadi, S.kep,Ns,M.Kes                            ( . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .)
3.  Budiono,S.Kp,M.Kes                                             ( . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .)
4.  Sitti Rachmi Misbah, S.Kp, M.Kes                       ( . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .)
5.  Taamu, A. Kep. S.Pd. M.Kes                                 ( . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .)




Mengetahui,
Ketua Jurusan Keperawatan


Sitti Rachmi Misbah, S.Kp, M.Kes
NIP : 140 348 143

RIWAYAT HIDUP


I.             IDENTITAS
a. N a m a                          : Ilham. Amk
b. Tempat/ tanggal Lahir   : Kendari, 15 Juli 1986
c. Jenis Kelamin                : Laki- Laki
d. Suku / Bangsa               : Tolaki /Indonesia
e. Agama                           : Islam
f. Alamat                           : Jl. Dr. Soetomo

II.          JENJANG PENDIDIKAN
a.       SD Negeri 15 Mandonga, Tamat Tahun 1998
b.      MTS PESRI Kendari, Tamat Tahun 2001
c.       SPK PPNI Kendari, Tamat Tahun 2004
d.      Poltekes Depkes Kendari Jurusan Keperawatan Tahun 2005 sampai sekarang.


MOTTO

Dan apabila ingin meraih kebahagiaan Besarkanlah nama “Allah”
Dalam setiap desakan napasmu

Seseorang ilmuan sejati adalah yang tidak merendahkan
orang-orang  yang dibawahnya, 
tidak mendengki terhadap yang diatasnya
dan tidak menentukan (menetapkan) tarif (harga) bagi ilmu pengetahuannya.

Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu akan menjagamu
 Sedangkan
harta harus engkau jaga,  Harta itu akan mengikis habis
dan menumpuk harta akan lenyap bersamaan
dengan habisnya kekayaan.


Karya tulis ini kuperesembahkan untuk kedua orang tuaku, adikku tercinta, almamaterku, serta bangsa dan negaraku






ABSTRAK

Ilham (P00320005012). Gambaran Pelaksanaan SP I, SP II, dan SP III Pada Pasien dengan Isolasi Sosial Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari. Yang di bimbing oleh Sitti Rachmi Misbah, S.Kp, M.Kes dan Taamu, A. Kep. S.Pd. M.Kes, (Xiii + 38 halaman + 9 lampiran). Adapun peran perawat jiwa dalam pelaksanaan tindakan keperawatan jiwa pada penderita dengan isolasi sosial terkait dengan sumberdaya manusia yang ada. Secara teoritis bahwa peran perawat dalam melakukan intervensi keperawatan dengan tepat dapat dilaksanakan oleh perawat profesional yaitu perawat yang telah menyelesaikan pendidikan minimal D III keperawatan. Rumusan masalahnya adalah Bagaimanakah Gambaran Pelaksanaan SP I, SP II, dan SP III Pada Pasien dengan Isolasi Sosial Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari?. Penelitian ini bertujuan Untuk Mendapatkan Gambaran Pelaksanaan SP I, SP II, dan SP III Pada Pasien dengan Isolasi Sosial Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari. Isolasi sosial adalah suatu keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena orang lain menyatakan sikap yang negative dan mengancam. Dengan variabel penelitian : variabel bebas adalah Pelaksanaan  keperawatan (Strategi pelaksanaan (SP)  I, Strategi pelaksanaan (SP)  II dan Strategi pelaksanaan (SP)  III) dan variabel terikat adalah  pasien dengan isolasi sosial. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey. Populasi penelitian ini berjumlah 53 orang dan sampel diambil secara Total sampling. Data yang diambil berupa data sekunder dan data primer dengan instrument penelitian adalah lembar kuesioner. Tekhnik analisis data dan penyajian data adalah secara deskriptif dan disajikan dengan tabel distribusi frekuensi dan dinarasikan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa dari total 53  perawat yang menjadi obyek penelitian, semua perawat melaksanakan SP I (100%), yang melaksanakan SP II sebanyak 41 responden (77,36%) dan yang tidak melaksanakan SP II 12 orang (22,64%), yang melaksanakan SP III sebanyak 36 responden (67,92%) dan yang tidak melaksanakan SP III 17 orang (32,08%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 53 orang perawat yang menjadi sampel umumnya melaksanakan strategi pelaksanaan (SP) I,II, dan III.Untuk itu peneliti menyarankan agar mengembangkan variabel penelitian ini dengan instrumen yang memiliki tingkat validitas dan releabilitas yang lebih tinggi.



Daftar Pustaka 16 (1992 – 2007)

Kata Kunci : Strategi pelaksanaan (SP) I,II, dan III, isolasi sosial


KATA PENGANTAR



Puji syukur penulis  panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan berkat rahmat dan  hidayah-Nya, sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan dengan judul “Gambaran Pelaksanaan SP I, SP II, dan SP III Pada Pasien dengan Isolasi Sosial Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari”.
Penulis sadar dan mengakui sepenuhnya bahwa karya ini masih banyak terdapat kekeliruan, kesalahan dan kekurangan walaupun penulis telah berupaya semaksimal mungkin. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritikan yang sifatnya membangun dari semua pihak demi kesempurnaan karya tulis ini.
Proses penulisan karya tulis ilmiah ini telah melewati perjalanan panjang, dan penulis banyak mendapat petunjuk dan bimbingan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penulis dengan penuh rasa ikhlas menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi - tingginya kepada Ibu Sitti Rachmi Misbah,S.Kp,M.Kes selaku pembimbing pertama dan Bapak Taamu,A.Kep.S.Pd.M.Kes, selaku pembimbing kedua, yang telah meluangkan waktu dan pikirannya dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab guna memberikan bimbingan serta petunjuk kepada penulis dalam proses penyusunan karya tulis ilmiah ini hingga dapat terselesaikan.
Begitu pula dengan berbagai pihak yang telah membantu proses penyelesaian karya tulis ilmiah ini baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk itu penulis mengucapkan terimah kasih kepada yang terhormat :
1.      Bapak Petrus,SKM,M.Kes  selaku Pejabat sementara Direktur Poltekes Depkes Kendari.
2.      Bapak Kepala Kantor Badan Riset Sultra  yang telah memberikan izin penelitian kepada penulis dalam penelitian ini.
3.      Bapak dr. Dani Ludong,SPKJ selaku Direktur Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari.
4.      Bapak Abdul Majid,S. Kep selaku Kepala Bidang pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari.
5.      Ibu Sitti Rachmi Misbah, SKp.M.Kes Selaku ketua jurusan keperawatan Poltekes Depkes Kendari.
6.      Seluruh Dosen Pengajar dan Staf Poltekes Depkes Kendari Khususnya Jurusan Keperawatan yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis dan pelayanan kepada penulis selama mengikuti proses pendidikan hingga penyusunan karya tulis ilmiah ini.
7.      Ayahanda  Burhanuddin dan Ibunda Fatimah yang saya sayangi dan Adikku (Sarnita, Fatmawati dan Sitti Sukma) serta seluruh keluarga yang telah memberikan bantuan baik materi maupun moril selama penulis mengikuti pendidikan di Poltekes Depkes Kendari.
8.      Teristimewa Hasriati Bachtiar yang telah memberikan motivasi dan mendampingi penulis selama penyusunan karya tulis ilmiah ini
9.      Hariyanto,AMK yang telah banyak memberikan masukan serta arahan dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini
10.  Rekan – rekan mahasiswa Poltekes Depkes Kendari khusunya jurusan keperawatan angkatan 2005/2006 khususnya Chiko, Darci, Udin, Ade, Suprin, Farid,Suci, Edi dan Babe serta semua rekan yang tidak dapat penulis sebutkan namanya satu persatu yang telah sama – sama berjuang selama ± 3 tahun dalam suka maupun duka untuk mencapai cita – cita sebagai perawat professional
Akhir kata, semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian selanjutnya di Poltekes Depkes Kendari Khususnya Jurusan Keperawatan serta mendapat ridho dari Allah SWT, Amien.

                                                                         Kendari,     November 2008                                                                                      


                                                                                          Penulis


DAFTAR ISI

                                                                                                                              Hal
HALAMAN JUDUL  …………………………………………………………...       i
HALAMAN PERSETUJUAN     ………………………………………………       ii
HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................      iii
RIWAYAT HIDUP  .............................................................................................      iv
MOTTO  ................................................................................................................       v
ABSTRAK   ……………………………………………………………………..      vi
KATA PENGANTAR   .......................................................................................     vii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………….       x
DAFTAR TABEL   ……………………………………………………………..     xii
DAFTAR LAMPIRAN    ………………………………………………………   xiii
BAB  I   PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah ..................................................................       1
B.     Rumusan Masalah       ………………………………………………     4
C.     Tujuan Penelitian    …………………………………………………     4
D.    Manfaat Penelitian      ………………………………………………     5
        
BAB  II  TINJAUAN PUSTAKA
A.    Tinjauan Tentang Isolasi sosial  …………………..………………       6
B.     Tinjauan Proses Keperawatan Jiwa …………………………….…       9
C.     Tinjauan Pelaksanaan Keperawatan pada pasen isolasi social ….       12

BAB III KERANGKA PIKIR
A.  Dasar Pemikiran Variabel …………………………………………… 16
B.  Bagan Kerangka Pikir     ……………………………………………   16
C.  Variebel Penelitian  ………………………………………………....   17
D.  Definisi Operasional dan Kriteria Obyektif    ………………………   17

BAB IV METODE PENELITIAN
A.    Jenis Penelitian ………………………  ……………………………    22
B.     Tempat dan Waktu Penelitian ………………………………………   22
C.     Populasi dan Sampel   ……………………………………………....  22
D.    Jenis Dan Cara Pengumpulan Data  ……………………………….    23
E.     Pengolahan  Data  ………..…….…….…………………………….    24
F.      Analisis  Data   …………... ………………………………………...   24
G.    Penyajian Data  ….…………………………………………………    25

BAB  V HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
A.    Gambaran Umum Lokasi Penelitian      ………………………….....   26
B.     Keterbatasan Penelitian …………………………………………….   27
C.     Karakteristik Responden …………………………………………...   27
D.    Hasil Penelitian   ……………………………………………………   29
E.     Pembahasan   ……………………………………………………….   32
BAB  VI PENUTUP
A.    Kesimpulan    ……………………………………………………….   38
B.     Saran     ……………………………………………………………..   39

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

















DAFTAR TABEL

No.                                                        Judul                                                   Halaman
5.1.   Distribusi masa kerja responden di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit
Jiwa dr. soeparto  hardjohoesodo kendari ………………………………  28
5.2.  Distribusi Pendidikan responden di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit
  Jiwa dr. Soeparto  Hardjohoesodo Kendari ............………………………. 28
5.3.  Distribusi frekuensi Pelaksanaan pada pasien dengan isolasi sosial
pada Strategi pelaksanaan (SP) I di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit
Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari ...….....................................     29
5.4.    Distribusi frekuensi Pelaksanaan pada pasien dengan isolasi sosial pada
Strategi pelaksanaan (SP) II di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa
Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari ..……………………………...        30
5.5.    Distribusi frekuensi Pelaksanaan pada pasien dengan isolasi sosial pada
Strategi pelaksanaan (SP) II di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa
Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari ..……………………………...        31



BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Berdasarkan Lokakarya Keperawatan 1983 dalam Ali (2002:12) keperawatan adalah pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio – psiko – sosial – spiritual yang menyeluruh ditujukan kepada individu, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Pelayanan keperawatan, diberikan akibat adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, serta kurangnya kemauan untuk melaksanakan kegiatan hidup sehari – hari. Kegiatan dilakukan dalam upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan, pemulihan serta pemeliharaan kesehatan dengan penekanan pada upaya pelayanan kesehatan utama (PHC) sesuai dengan wewenang, tanggungjawab, dan kode etik professional keperawatan.
Menurut Undang – Undang RI. No. 23 tahun 1992 Tentang Kesehatan Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya, yang diperoleh melalui pendidikan perawatan (Ali, 2002:12).
Perawatan jiwa adalah proses dimana perawat membantu individu atau kelompok dalam mengembangkan konsep diri yang positif, meningkatkan pola hubungan antar pribadi yang lebih harmonis serta agar berperan lebih produktif di masyarakat (Yosep, 2007 : 2).
Disisi lain, keperawatan jiwa menghadapi dua tantangan dalam upaya memberikan perawatan yang berkualitas dalam sistim pelayanan kesehatan. Pertama, pra pelaksana perawatan saat ini merawat pasien dengan masalah yang majemuk dari pada sebelumnya. Kedua, para pelaksana keperawatan mempunyai ciri dan karakteristik yang berbeda dan juga kesempurnaan dan kemampuan pengetahuan yang berbeda. Untik itulah, pelaksana asuhan keperawatan jiwa haruslah didesain untuk memenuhi tantangan ini dengan menyediakan pendekatan yang sistematik dalam pelaksanaan proses keperawatan secara professional (Yosep, 2007 : 3).
Berbagai manifestasi klinis gangguan jiwa mendapat perhatian setrius dalam perawatan klien gangguan jiwa, diantaranya isolasi sosial. Hal ini merupakan masalah yang harus mendapat perhatian khusus dalam intervensi keperawatan untuk menghindari dampak yang muncul yang dapat membahayakan kondisi klien (Stuart dan Sundeen. 1998 : 32).
Upaya untuk meminimalisir dampak yang muncul akibat isolasi sosial maka dibutuhkan suatu pendekatan yang sistimatis didalam melakukan intervensi keperawatan yang bersifat komprehensif dengan pendekatan proses keperawatan serta melibatkan berbagai pihak utamanya keluarga pasien.
Peran perawat jiwa dalam melakukan tindakan keperawatan pada klien dengan gangguan isolasi sosial harus berdasarkan prinsip pemecahan masalah. Menurut Stuart dan Sundeen (1998 : 240) bahwa tindakan keperawatan yang diberikan pada penderita dengan gangguan isolasi sosial harus dilakukan secara profesional dengan menggunakan metode yang berdasarkan pada masalah yang muncul sebagai manifestasi dari isolasi sosial.
Adapun peran perawat jiwa dalam pelaksanaan tindakan keperawatan jiwa pada penderita dengan isolasi sosial terkait dengan sumberdaya manusia yang ada. Secara teoritis bahwa peran perawat dalam melakukan intervensi keperawatan dengan tepat dapat dilaksanakan oleh perawat profesional yaitu perawat yang telah menyelesaikan pendidikan minimal D III   keperawatan (Yosep, 2007 : 5).
Menurut pendapat Keliat BA, dkk (1999) bahwa peran perawat jiwa di rumah sakit jiwa dalam melakukan intervensi bimbingan  keeraatan masih mengalami masalah yang sama dengan rumah sakit umum. Hasil evaluasi terhadap peran perawat dalam dokumentasi tindakan keperawatan ditemuakn kurang dari 40 % yang memenuhi kriteria. Dari wawancara dengan perawat yang bekerja di rumah sakit jiwa ditemukan beberapa kesulitan dalam menjalankan perannya sebagai peran pelaksana di ruang rawat inap, yakni : kurang kemampuan melasanakan proses keperawatan yang belum memadai.
Berdasarkan survei di rumah sakit jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo kendari bahwa jumlah perawat yang bertugas masing masing ruang rawat inap dengan standar pendidikan DIII dan strata (SI) adalah sebagai berikut : ruangan Angrek 8 orang, Flamboyan berjumlah 10 orang, Melati 12 orang, Matahari 9 orang, Mawar 8 orang, Srikandi 6 orang dengan total pelaksana asuhan keperawatan berjumlah 53 orang.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Gambaran Pelaksanaan SP I, SP II, dan SP III Pada Pasien dengan Isolasi Sosial Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah Gambaran Pelaksanaan SP I, SP II, dan SP III Pada Pasien dengan Isolasi Sosial Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari? ”.
C.  Tujuan Penelitian
1.      Tujuan Umum
Mendapatkan Gambaran Pelaksanaan SP I, SP II, dan SP III Pada Pasien dengan Isolasi Sosial Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari.
2.      Tujuan khusus
a.       Mengetahui Gambaran Pelaksanaan pada pasien dengan isolasi sosial pada Strategi pelaksanaan (SP) I di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari
b.      Mengetahui Gambaran Pelaksanaan pada pasien dengan isolasi sosial pada Strategi pelaksanaan (SP) II di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari
c.       Mengetahui Gambaran Pelaksanaan pada pasien dengan isolasi sosial pada Strategi pelaksanaan (SP) III di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari
D.  Manfaat  Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai :
1.      Sumbangan ilmiah yang dapat memperkaya hasana ilmu pengetahuan masyarakat mengenai gangguan jiwa khususnya pada klien dengan isolasi sosial.
2.      Memberikan informasi kepada rumah sakit jiwa dr. Soeparto hardjohoesodo kendari dalam peningkatan asuahan keperawatan pada pasien rawat ianap.
3.      Bahan masukan bagi peneliti-peneliti selanjutnya.
4.      Pengalaman bagi peneliti dalam pengaplikasian ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.











BAB   II
TINJAUAN TEORI

A.    Tinjauan Tentang Isolasi Sosial
1.      Pengertian
Isolasi sosial adalah suatu keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena orang lain menyatakan sikap yang negative dan mengancam (Townswnd, 1998 : 152)
2.      Etiologi
Penyebab dari isolasi sosial adalah
a.       Kurang rasa percaya kepada orang lain
b.      Panik
c.       Regresi ketahap perkembangan selanjutnya
d.      Waham
e.       Sukar berinteraksi kepada orang lain
f.       Perkembangan ego yang lemah
g.      Represi rasa takut (Townswnd, 1998 : 152).
3.      Faktor Predisposisi
Menurut Townswnd, (1998 : 152) Beberapa faktor predisosisi (pendukung) terjadi gangguan hubungan sosial yaitu:
a.       Faktor perkembangan, kemampuan membina hubungan yang sehat tergantung dari pengalaman selama proses tumbuh kembang. Setiap tahap tumbuh kembang memiliki tugas yang harus dilalui individu dengan sukses, karena apabila tugas perkembangan ini tidak dapat dipenuhi akan menghambat masa perkembangan selanjutnya. Kurangnya stimulasi, kasih sayang, perhatian, dan kehangatan dari orang tua/pengasuh akan memberikan rasa tidak aman yang dapat menghambat terbentuknya rasa tidak percaya.
b.      Faktor biologis, genetik merupakan salah satu faktor pendukung gangguan jiwa. Kelainan struktur otak, seperti atropi, pembesaran ventrikel, penurunan berat dan volume otak serta perubahan limbik diduga dapat menyebabkan skizofrenia (Mansjoer, 2005 : 220).
c.       Faktor sosial budaya, faktor sosial budaya dapat menjadi faktor pendukung terjadinya gangguan dalam membina hubungan dengan orang lain, misalnya anggota keluarga yang tidak produktif diasingkan dari orang lain (lingkungan sosialnya) (Tomb A. David. 2004 : 232).
d.      Stressor Presipitasi
1)      Stressor sosial budaya, stressor sosial budaya dapat menyebabkan terjadinya gangguan dalam membina hubungan dengan orang lain, misalnya anggota keluarga yang labil, yang dirawat di rumah sakit.
2)      Stressor psikologis Tingkat kecemasan yang berat akan menyebabkan menurunnya kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain. Intensitas kecemasan yang ekstrim dan memanjang disertai terbatasnya kemampuan individu untuk mengatasi masalah diyakini akan menimbulkan berbagai masalah gangguan berhubungan (Isolasi sosial) (Stuart, 2007 : 186).
4.      Manifestasi klinis
Menurut Keliat BA, dkk (1999) Pada pasien isolasi sosial manifestasi yang sering ditemukan adalah :
a.       Menyendiri di dalam ruangan
b.      Tidak berkomunikasi, menarik diri, tidak melakukan kontak mata dengan orang lain
c.       Sedih, afek datar
d.      Perhatian dan tindakan yang tidak sesuai dengan perkembangan usianya
e.       Berfikir tentang sesuatu menurut pikirannya sendiri, tindakan yang berulang-ulang dan tidak bermakna
f.       Mengekspresikan perasaan penolakan atau kesepian pada orang lain.
5.      Intervensi keperawatan pada pasien isolasi sosial
Intervensi keperawatan pada pasien isolasi sosial adalah :
a.       Perhatikan sikap menerima dengan cara melakukan kontak yang sering tetapi singkat.
b.      Perlihatkan penguatan positif kepada pasien
c.       Temani pasien untuk memperlihatkan dukungan selama aktivitas  kelompok yang mungkin merupakan hal yang menakutkan atau sukar untuk pasien.
d.      Jujur dan sikap menepati janji
e.       Orientasi pasien pada waktu, orang, tempat sesuai kebutuhannya
f.       Berhati-hatilah dengan sentuhan, biarkan pasien mendapatkan ruangan ekstra dan kesempatan untuk keluar ruangan jika pasien menjadi begitu ansietas
g.      Berikan obat-obat penenang sesuai program pengobatan pasien, pantau keefektifan dan efek samping obat.
h.      Diskusikan dengan pasien tanda-tanda peningkatan ansietas dan tekhnik untuk memutuskan respons (misal : latihan relaksasi, berhenti berfikir)
i.        Berikan pengakuan dan penghargaan tanpa disuruh pasien dapat berinteraksi dengan orang lain (Townswnd, 1998 : 153-154)
B.     Tinjauan Tentang Proses Keperawatan Jiwa
Menurut DPP PPNI (1999) dalam Ali (2002:12) bahwa Asuhan keperawatan adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktek keperawatan yang langsung diberikan kepada klien pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar manusia, dengan menggunakan menggunakan metodologi proses keperawatan yang berpedoman pada standar Asuhan keperawatan .
Asuhan keperawatan jiwa adalah tindakan praktek keperawatan oleh perawat dalam memenuhi kebutuhan pada gangguan jiwa dengan aplikasi proses keperawatan. Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri keperawatan professional melalui kerjasama berbentuk kolaborasi dengan klien dengan lingkup, wewenang dan tanggung jawab (Husin, 1992 : 34).
Menurut Ali (2002: 12) Proses keperawatan adalah metode asuhan keperawatan yang ilmiah, sistematis, dinamis dan terus – menerus serta berkesinambungan dalam rangka pemecahan masalah kesehatan pasien, dimulai dari pengkajian, perencanaan tindakan keperawatan, pelaksanaan dan evaluasi tindakan keperawatan. Keempat aspek asuhan keperawatan tersebut merupakan dasar pemberian pelayanan keperawatan pada klien dengan gangguan isolasi social yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.      Pengkajian Keperawatan
Dalam pengkajian ada beberapa  yang penting untuk diketahui, yaitu  pendukung (predisposisi), stressor pencetus terjadinya gangguan jiwa, perilaku dan mekanisme koping.
a.       Faktor predisposisi
Menurut Stuart dan Sundeen dalam Keliat dkk (1999 :120) Beberapa  predisposisi terjadinya gangguan jiwa adalah :
1)      Faktor biologis
 Faktor biologis meliputi : genetik (toleransi keluarga), metabolic, infeksi pada organ otak (intelegensi otak rendah) dan penyakit kronis.
2)      Faktor psikologis
Beberapa  psikologis yang terkait adalah : tipe kepribadian, disfungsi keluarga, klien merasa tidak aman, klien mempunyai pemecahan masalah yang menyimpang, klien mengalami gangguan krisis identitas, konflik keluarga.
3)      Faktor sosio cultural
a)       Norma kebudayaan
b)       Lingkungan tempat tinggal.
c)       Persepsi atau penerimaan masyarakat.
b.       Prespitasi
Stress dalam kehidupan merupakan suatu kondisi pencetus terjadinya gangguan gangguan jiwa.
c.       Perilaku
Prilaku yang dimaksud adalah prilaku klien setelah mengalami isolasi social yaitu umumnya klien berprilaku menarik diri
2.      Perencanaan Keperawatan
Tujuan yang ingin dicapai dalam memberikan tindakan keperawatan pada pasien dengan gangguan jiwa adalah agar tidak terjadi ancaman terhadap kehidupan, tidak memburuknya keadaan kesadaran pasien, aman dari kecelakaan terutama pada kondisi isolasi sosial, termotivasi untuk mengikuti program terapi, mengenal hal-hal positif pada dirinya (Keliat dkk, 1999 :121).



3.      Pelaksanaan Keperawatan
Dalam melakukan tindakan keperawatan sehubungan dengan gangguan yang dialami klien, mengacu pada masalah keperawatan yang muncul (Keliat dkk,1999 :122).
C.    Tinjauan Pelaksanaan Keperawatan Pada Gangguan Isolasi sosial
Berdasarkan panduan Fakultas Ilmu Keperawatan Indonesia dan world Health Organization Indonesia (2006 : 151 – 161) yang diajukan pada seminar keperawatan jiwa di Fakultas Ilmu Keperawatan Indonesia pelaksanaan keperawatan pada pasien Isolasi sosial adalah :
1.      Strategi pelaksanaan (SP)  I : Membina hubungan saling percaya, membantu pasien mengenal penyebab isolasi sosial, membantu pasien mengenal keuntungan berhubungan dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain dan mengajarkan pasien berkenalan dengan penjabaran pelaksanaan :
a.       Tindakan yang harus dilakukan dalam membina hubungan saling percaya, adalah :
a.       Mengucapkan salam setiap kali berinteraksi dengan pasien
b.      Berkenalan dengan pasien : perkenalkan nama dan nama panggilan yang perawat sukai, serta tanyakan nama dan nama panggilan pasien
c.       Menanyakan perasaan dan keluhan pasien saat ini
d.      Buat kontrak asuhan : apa yang Perawat akan lakukan bersama pasien, berapa lama akan dikerjakan, dan tempatnya di mana
e.       Jelaskan bahwa perawat akan merahasiakan informasi yang diperoleh untuk kepentingan terapi
f.       Setiap saat tunjukkan sikap empati terhadap pasien
g.      Penuhi kebutuhan dasar pasien bila memungkinkan
Untuk membina hubungan saling percaya pada pasien isolasi sosial kadang – kadang perlu waktu lama dan interaksi yang singkat dan sering, karena tidak mudah bagi pasien untuk percaya pada orang lain.
Untuk itu perawat harus konsisten bersikap terapeutik kepada pasien. Selalu memenuhi janji adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan. Pendekatan yang konsisten akan membuahkan hasil. Bila pasien sudah percaya dengan perawat program asuhan keperawatan lebih mungkin dilaksanakan
b.      Membantu pasien mengenal penyebab isolasi sosial,Langkah – langkah untuk melaksanakan tindakan ini adalah sebagai berikut :
1)      Menanyakan pendapat pasien tentang kebiasaan berinteraksi dengan orang lain
2)      Menanyakan apa yang menyebabkan pasien tidak ingin berinteraksi dengan orang lain
c.       Mambantu pasien mengenal keuntungan berhubungan dengan orang lain, Dilakukan dengan cara mendiskusikan keuntungan bila pasien memiliki banyak teman dan bergaul akrab dengan mereka.
d.      Membantu pasien mengenal kerugian tidak berhubungan dilakukan dengan cara :
1)      Mendiskusikan kerugian bila pasien hanya mengurung diri dan tidak bergaul dengan orang lain
2)      Menjelaskan pengaruh isolasi sosial terhadap kesehatan fisik pasien
3)      Membantu pasien untuk berinteraksi dengan orang lain secara bertahap
2.      Strategi pelaksanaan (SP)  II : Mengajarkan pasien berinteraksi secara bertahap, Secara rinci tahapan melatih pasien berinteraksi dapat Perawat lakukan sebagai berikut :
a.       Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
b.      Memberikan kesempatan pasien mempraktekkan cara berinteraksi dengan orang lain dilakukan di hadapan Perawat
c.       Membantu pasien berinteraksi dengan satu orang (pasien, perawat atau keluarga).
d.      Membantu pasien memasukkan kegiatan berbincang – bincang dengan orang lain sebagai salah satu kegiatan harian
e.       Memberikan pujian untuk setiap kemajuan interaksi yang telah dilakukan oleh pasien.
3.      Strategi pelaksanaan (SP)  III : Melatih pasien berinteraksi secara bertahap (berkenalan dengan dua orang atau lebih), yang meliputi :
a.       Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
b.      Memberikan kesempatan kepada klien berkenalan dengan dua orang atau lebih
c.       Membantu pasien berinteraksi dengan dua orang atau lebih
d.      Memberikan pujian untuk setiap kemajuan interaksi yang telah dilakukan oleh pasien.
e.       Mendengarkan ekspresi perasaan pasien setelah berinteraksi dengan orang lain. Mungkin pasien akan mengungkapkan keberhasilan atau kegagalannya. Beri dorongan terus menerus agar pasien tetap bersemangat meningkatkan interaksinya.













BAB  III
KERANGKA PIKIR
A.    Dasar pemikiran Variabel
Pelaksanaan keperawatan pada pasien isolasi sosial dilaksanakan melalui strategi pelaksanaan (SP). Yang terbagi atas strategi pelaksanaan (SP)  I, II dan III dengan penjabaran masing – masing : Strategi pelaksanaan (SP)  I : Membina hubungan saling percaya, membantu pasien mengenal penyebab isolasi sosial, membantu pasien mengenal keuntungan berhubungan dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain dan mengajarkan pasien berkenalan, Strategi pelaksanaan (SP)  II : Mengajarkan pasien berinteraksi secara bertahap, Strategi pelaksanaan (SP)  III : Melatih pasien berinteraksi secara bertahap (berkenalan dengan dua orang atau lebih.
B.     Bagan Kerangka Pikir   

Pelaksanaan  Keperawatan
Variabel independen

Keperawatan Pasien Isolasi Sosial
                                                                                                 Variabel dependen

Strategi pelaksanaan (SP)  III








     


C.    Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini adalah
1.      Variabel Bebas ( Independent )
Variabel bebas adalah variabel yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel terikat (Sugiyono, 2000). Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu Pelaksanaan  keperawatan (Strategi pelaksanaan (SP)  I, Strategi pelaksanaan (SP)  II dan Strategi pelaksanaan (SP)  III).
2.      Variabel Terikat ( Dependent )
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2000).  Variabel terikat  dalam penelitian ini yaitu pasien dengan isolasi sosial.
D.    Defenisi Operasional dan Kriteria Obyektif
1.      Isolasi sosial Isolasi sosial adalah suatu keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena orang lain menyatakan sikap yang negative dan mengancam atau pasien yang terdiagnosa dokter sebagai Pasien isolasi sosial.
2.      Implementasi adalah pelaksanaan kegiatan yang telah dibuat pada tahap perencanaan, meliputi SP I, SP II dan SP III:  dengan penjabaran :
a.       Strategi pelaksanaan (SP)  I : Membina hubungan saling percaya, membantu pasien mengenal penyebab isolasi sosial, membantu pasien mengenal keuntungan berhubungan dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain dan mengajarkan pasien berkenalan
1)      Tindakan yang harus dilakukan dalam membina hubungan saling percaya, adalah :
a)      Mengucapkan salam setiap kali berinteraksi dengan pasien
b)      Memperkenalkan diri dengan pasien : perkenalkan nama dan nama panggilan yang perawat sukai, serta tanyakan nama dan nama panggilan pasien
c)      Menanyakan perasaan dan keluhan pasien saat ini
d)     Membuat kontrak asuhan : apa yang Perawat akan lakukan bersama pasien, berapa lama akan dikerjakan, dan tempatnya di mana
e)      Menjelaskan bahwa perawat akan merahasiakan informasi yang diperoleh untuk kepentingan terapi
f)           Menunjukkan sikap empati terhadap pasien
g)      Memenuhi kebutuhan dasar pasien bila memungkinkan
2)      Membantu pasien mengenal penyebab isolasi sosial,Langkah – langkah untuk melaksanakan tindakan ini adalah sebagai berikut:
a)       Menanyakan pendapat pasien tentang kebiasaan berinteraksi dengan orang lain
b)       Menanyakan apa yang menyebabkan pasien tidak ingin berinteraksi dengan orang lain
3)      Mambantu pasien mengenal keuntungan berhubungan dengan orang lain, Dilakukan dengan cara mendiskusikan keuntungan bila pasien memiliki banyak teman dan bergaul akrab dengan mereka.
4)      Membantu pasien mengenal kerugian tidak berhubungan dilakukan dengan cara :
a)      Mendiskusikan kerugian bila pasien hanya mengurung diri dan tidak bergaul dengan orang lain
b)      Menjelaskan pengaruh isolasi sosial terhadap kesehatan fisik pasien
5)      Membantu pasien untuk berinteraksi dengan orang lain secara bertahap
Berdasarkan panduan Fakultas Ilmu Keperawatan Indonesia dan world Health Organization Indonesia (2006 : 151 – 161) yang diajukan pada seminar keperawatan jiwa di Fakultas Ilmu Keperawatan Indonesia. Tiap pertanyaan jika menjawab dilaksanakan diberi skor 1 dan tidak dilaksanakan diberi skor 0. dengan jumlah penilaian 13 pelaksanaan, skor tertinggi 13 dan skor terendah 0
Dengan kriteria obyektif
Dilaksanakan bila skor 7 -13
Tidak dilaksanakan bila skor 0-6
b.      Strategi pelaksanaan (SP) II : Mengajarkan pasien berinteraksi secara bertahap
1)      Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2)      Memberikan kesempatan pasien mempraktekkan cara berinteraksi dengan orang lain dilakukan di hadapan Perawat
3)      Membantu pasien berinteraksi dengan satu orang (pasien, perawat atau keluarga).
4)      Membantu pasien memasukkan kegiatan berbincang – bincang dengan orang lain sebagai salah satu kegiatan harian
5)      Memberikan pujian untuk setiap kemajuan interaksi yang telah dilakukan oleh pasien.
Tiap pertanyaan jika menjawab dilaksanakan diberi skor 1 dan tidak dilaksanakan diberi skor 0. dengan jumlah penilaian 5 pelaksanaan, skor tertinggi 5 dan skor terendah 0
Dengan kriteria obyektif
Dilaksanakan bila skor 3 -5
Tidak dilaksanakan bila skor 0-2
c.       Strategi pelaksanaan (SP) III : Melatih pasien berinteraksi secara bertahap (berkenalan dengan dua orang atau lebih
1)      Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2)      Memberikan kesempatan kepada klien berkenalan dengan dua orang atau lebih
3)      Membantu pasien berinteraksi dengan dua orang atau lebih
4)      Memberikan pujian untuk setiap kemajuan interaksi yang telah dilakukan oleh pasien.
5)      Mendengarkan ekspresi perasaan pasien setelah berinteraksi dengan orang lain. Mungkin pasien akan mengungkapkan keberhasilan atau kegagalannya. Beri dorongan terus menerus agar pasien tetap bersemangat meningkatkan interaksinya
Tiap pertanyaan jika menjawab dilaksanakan diberi skor 1 dan tidak dilaksanakan diberi skor 0. dengan jumlah penilaian 5 pelaksanaan, skor tertinggi 5 dan skor terendah 0
Dengan kriteria obyektif
Dilaksanakan bila skor 3 -5
Tidak dilaksanakan bila skor 0-2
                                                                  DAFTAR  PUSTAKA


Ali.Z. 2001. Dasar-dasar Keperawatan Profesional
Anonim. 2006. Model Praktek Keperawatan Profesional Jiwa. Jakarta : FKUI
Chandra, B. 1995. Pengantar Statistik Kesehatan : Jakarta : EGC.
Hasan,  2002. Pengantar Statistik. Rineka Cipta, Jakarta.
Husin. 1992. Keperawatan Sebagai Profesi. Jakarta : Debdikbud.
Keliat. 1999. Asuhan Klien Gangguan Hubungan Sosial: Menarik Diri. Jakarta : EGC

            . 1992. Seri Keperawatan : Gangguan Konsep Diri. Jakarta : EGC.

Mansjoer. 2005. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid I, Edisi 3. Jakarta : Media Aesculapius, FKUI.

Notoadmojo. 2003. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Nursalam dan Siti Pariani. 2001. Pendekatan Pratisi Riset Keperawatan. Jakarta : CV. Sagung Seto.

Stuart dan Sundeen. 1998. Keperawatan Jiwa Edisi 3. Jakarta : EGC

Stuart. 2007.  Buku Saku Keperawatan Jiwa. Edisi 5. Jakarta : EGC

Swanburg. 2000. Pengantar Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Untuk perawat. Jakarta : EGC.

Tomb A. David. 2004. Psikiatri. Jakarta : EGC.
Townsend. 1998. Diagnosa Keperawatan Pada Keperawatan Psikiatrik. Jakarta : EGC

Yosep. 2007. Keperawatan Jiwa. Bandung : PT. Refika  Aditama

                                               DAFTAR LAMPIRAN

No.                                                     Judul                                                    
1.      Surat Izin Penelitian dari Politeknik kesehatan Depkes Kendari
2.      Surat Izin Penelitian dari Badan Riset Propinsi Sulawesi Tenggara
3.      Surat Izin Penelitian dari Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari
4.      Surat permohonan kepada responden
5.      Surat Pernyataan Persetujuan Responden
6.      Lembar Kuesioner Penelitian
7.      Jawaban Kuesioner penelitian
8.      Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian dari Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari
9.      Master Tabel Penelitian

Lampiran 4 :

       Kepada
                                                                         Yth.Bapak/Ibu Responden
       Di Tempat

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan, maka saya :
Nama               :  Ilham
Nim                 : P00320005012
Sebagai mahasiswa Politeknik kesehatan Depkes Kendari, jurusan keperawatan, bermaksud akan melaksanakan penelitian dengan judul Gambaran Pelaksanaan SP I, SP II, dan SP III Pada Pasien dengan Isolasi Sosial Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari.
Sehubungan dengan hal itu, saya mohon anda meluangkan waktu untuk menjadi Responden dalam penelitian ini, anda berhak untuk menyetujui atau menolak menjadi responden. Namun, apabila setuju, anda dipersilahkan untuk menandatangani surat persetujuan responden berikut ini. Atas partisipasi dan kebijakan Responden, saya ucapkan terima kasih.
                                                                                       
                                                                          Hormat  Saya,
                                                                                                 
                                                                                                                         Ilham



Lampiran 5 :

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN RESPONDEN
(INFORMED  CONCENT)

               Saya bertanda tangan di bawah ini tidak keberatan untuk menjadi responden dalam penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Politeknik kesehatan Depkes Kendari, jurusan keperawatan,  dengan judul Gambaran Pelaksanaan SP I, SP II, dan SP III Pada Pasien dengan Isolasi Sosial Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari”.
               Saya memahami bahwa data ini bersifat rahasia. Demikian pernyataan ini dengan suka rela tanpa paksaan dari pihak manapun, semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.


Kendari,  ………..,…… 2008



                                                                                      Responden











DAFTAR KONSUL PROPOSAL/HASIL PENELITIAN

Nama                     :  Ilham
N I M                    :  P00320005012
Judul                     : Gambaran Implementasi Keperawatan Terhadap Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Isolasi Sosial Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeparto  Hardjohoesodo Kendari.
No
Hari/Tgl
Nama Pembimbing I
Nama Pembimbing II
Hal yang dikonsulkan
Paraf

























Lampiran 6
Lembar kuesioner penelitian dengan Judul :
Gambaran Pelaksanaan SP I, SP II, dan SP III Pada Pasien dengan Isolasi
Sosial Di Ruang Rawat InapRumah Sakit Jiwa
Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari
 


No. Responden           :
Nama (inisial)              :
Pendidikan                  :
Masa Kerja                  :
Ruangan                      :
No.
SP
Hari/tgl
Pelaksanaan
Ya
Tidak
Skor
I















































II















III




1.      Membina hubungan saling percaya, adalah :
a.       Apakah anda perlu mengucapkan salam setiap kali berinteraksi dengan pasien
b.      Apakah anda Memperkenalkan diri dengan pasien : perkenalkan nama dan nama panggilan yang saudara sukai, serta tanyakan nama dan nama panggilan pasien
c.       Apakah Keluhan pasien hanya di tanyakan pada saat klien pertama kali masuk saja
d.      Apakah anda tidak Membuat kontrak asuhan : apa yang Saudara akan lakukan bersama pasien, berapa lama akan dikerjakan, dan tempatnya di mana
e.        Apakah anda menunjukkan sikap empati terhadap pasien yaitu sikap ikut merasakan keluhan yang dirasakan klien : misalnya membenarkan pernyataan/keluhan klien.
f.       Apakah anda Memenuhi kebutuhan dasar pasien bila memungkinkan seperti personal hygine, istrahat dan tidur
g.      Apakah anda tidak menjelaskan bahwa saudara akan merahasiakan informasi yang diperoleh untuk kepentingan terapi
2.      Membantu pasien mengenal penyebab isolasi sosial,Langkah – langkah untuk melaksanakan tindakan ini adalah sebagai berikut:
a.        Apakah anda menanyakan pendapat pasien tentang kebiasaan berinteraksi dengan orang lain
b.       Apakah anda tidak menanyakan apa yang menyebabkan pasien tidak ingin berinteraksi dengan orang lain
3.      Apakah anda Mambantu pasien mengenal keuntungan berhubungan dengan orang lain, Dilakukan dengan cara mendiskusikan keuntungan bila pasien memiliki banyak teman dan bergaul akrab dengan mereka.
4.      Membantu pasien mengenal kerugian tidak berhubungan dilakukan dengan cara :
a.       Apakah anda tidak mendiskusikan kerugian bila pasien hanya mengurung diri dan tidak bergaul dengan orang lain
b.      Apakah anda menjelaskan pengaruh isolasi sosial terhadap kesehatan fisik pasien
5.      Apakah anda tidak membantu pasien untuk berinteraksi dengan orang lain secara bertahap

Mengajarkan pasien berinteraksi secara bertahap
1.      Apakah Anda mengevaluasi jadwal kegaitan pasien tidak setiap hari
2.      Apakah anda memberikan kesempatan pasien mempraktekkan cara berinteraksi dengan orang lain dilakukan di hadapan Saudara
3.      Apakah anda tidak Membantu pasien berinteraksi dengan satu orang (pasien, perawat atau keluarga).
4.      Apakah anda Membantu pasien memasukkan kegiatan berbincang – bincang dengan orang lain sebagai salah satu kegiatan harian
5.      Apakah anda Memberikan pujian untuk setiap kemajuan interaksi yang telah dilakukan oleh pasien.

Melatih pasien berinteraksi secara bertahap (berkenalan dengan dua orang atau lebih
1.      Apakah anda Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2.      Apakah anda memberikan kesempatan kepada klien berkenalan dengan dua orang atau lebih
3.      Apakah anda tidak membantu pasien berinteraksi dengan dua orang atau lebih
4.      Apakah anda tidak memberikan pujian untuk setiap kemajuan interaksi yang telah dilakukan oleh pasien.
5.      Apakah anda Mendengarkan ekspresi perasaan pasien setelah berinteraksi dengan orang lain.






Lampiran 7

Jawaban Kuesioner Penelitian Dengan Judul Gambaran Pelaksanaan SP I, SP II, dan SP III Pada Pasien dengan Isolasi Sosial Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa  Dr. Soeparto Hardjohoesodo Kendari
 


I.       SP I
1.      Membina  hubungan saling percaya
a.      Ya
b.      Ya
c.       Tidak
d.      Tidak
e.       Ya
f.       Ya
g.      Tidak
2.      Membantu pasien mengenal penyebab Isolasi sosial
a.      Ya
b.      Tidak
3.      Ya
4.       
a.      Tidak
b.      Ya
5.      Tidak
II.    SP II
1.      Tidak
2.      Ya
3.      Tidak
4.      Ya
5.      Ya
III. SP III
1.      Ya
2.      Ya
3.      Tidak
4.      Tidak
5.      Ya









Related Post:

0 komentar:

Daftar Isi

Welcome to Kumpulan Materi Keperawatan

Bismillah, Alhamdulillah, My Name is Ilham Burhanuddin and my nickname is Ilo and I was born in kendari on Juli 15, 1986. I’m Blogger from Indonesia. I hope all my Posts is usefull for all of you. Thanks for visit here and support me. The text, images and the tutorials themselves are under copyright of their respective author, so you cannot copy them either in english or in any other translated language. Also the Blogger Templates and Widgets provided on this website are licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License, which permits both personal and commercial use. However, to satisfy the ‘attribution’ clause of the license, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its authors.

Social Stuff

  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • HOME
Info