PROSES KEPERAWATAN MATERNITAS


PROSES  KEPERAWATAN

I. Pengertian
    Proses keperawatan adalah metode kerja dalam memberikan pelayanan keperawatan untuk menganalisa masalah pasien secara sistematis melalui tahapan proses keperawatan.

II. Tahap-Tahap Proses Keperawatan
      1. Pengkajian
      2. menegakkan diagnosa
      3. Perencanaan
      4. Pelaksanaan
      5. Penilaian
II. Tujuan
1. Pemecahan masalah (problem solving).
2. Menggunakan standar untuk praktek keperawatan.
3. Rasional serta sistematis.
4. Dapat digunakan dalam segala situasi.
5. Hasil asuhan keperawatan yg berkualitas
V. Sasaran
☻ Individu / pasien
☻ Keluarga
☻ Masyarakat



Pengantar proses keperawatan



Skema proses keperawatan



Pengkajian



Diagnosa/ masalah
Keperawatan

Perencanaan

Pelaksanaan

Penilaaian/Evaluasi
 


Tahap-Tahap Proses Keperawatan


Perencanaan
-merencanakan tujuan
- menentukan tindakan keperawatan atau intervensi
- menuliskan instruksi keperawatan

Pelaksanaan
Melaksanakan tindakan/intervensi sesuai dengan rencana keperawatan yang dibuat

Penilaian/Evaluasi
Mengevaluasi hasil tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan
 

























Contoh Proses Keperawatan

KLASIFIKASI DATA KALA I
DATA SUBJEKTIF
DATA OBJEKTIF
Ibu mengatakan :
Ø  Sakit pada perut bagian bawah tembus ke belakang.





Ø  Ibu nampak cemas, tegang dan gelisah.
Ø  Ekspresi wajah meringis, mengusap pinggang dan perut,  menahan rasa sakit pada saat his.
Ø  Kontraksi 3 x dalam 10’ lamanya 30” dan terus bertambah hingga 3 x dalam 10’ lamanya 35”.
Ø  Perut tampak tegang saat his.
Ø  Hasil pemeriksaan dalam:
o    Pembukaan 3 cm.
o    Ketuban utuh menonjol.
o    Portio lunak dan tipis.
o    Presentase kepala.
o    Penurunan kepala H.I - H.II
o    Pelepasan lendir dan darah
o    Kesan panggul cukup
Ø  Klien nampak berkeringat banyak.


ANALISA DATA KALA  I
No
Data Subjektif dan Objektif
Etiologi
Masalah

1.

DS:
Ibu mengatakan :
Ø  Sakit pada perut bagian bawah dan tembus ke belakang.

DO:
Ø  Ibu tampak cemas, tegang dan gelisah.
Ø  Ekspresi wajah meringis, megusap pinggang dan perut menahan rasa sakit pada saat his.
Ø  Perut tampak tegang saat his.
Ø  TD: 110/80 mmHg, N: 88 x/m, P: 20 x/m, S: 37 °C.
Ø  Hasil pemeriksaan dalam jam 10.20 Wita :
o    Pembukaan 3 cm.
o    Ketuban utuh menonjol.
o    Portio lunak dan tipis.
o    Presentase kepala.
o    Penurunan H.I - H.II
o    Pelepasan lendir dan darah (+)
o    Kesan panggul cukup
Ø  Ibu nampak berkeringat banyak.


Kontrasi uterus
 


Ischemia uterus

Penurunan bagian bawah janin

Cerviks berdilatasi

Peregangan otot polos

Penekanan pada ujung saraf sensoris dan saraf simpatis
 



Tranmisi, trasnduksi, modulasi, persepsi
 



Nyeri







Nyeri


☼ Diagnosa Keperawatan
       Nyeri berhubungan dengan kontraksi uterus dan dilatasi serviks




☼ PERENCANAAN KALA  I
DIAGNOSA KEPERAWATAN
TUJUAN
TINDAKAN
RASIONAL

1.    Nyeri berhubungan dengan kontraksi dan dilatasi serviks, ditandai dengan:
DS:
Ibu mengatakan :
Ø Sakit pada perut bagian bawah dan tembus ke belakang.

DO:
Ø Ibu tampak cemas, tegang dan gelisah.
Ø Ekspresi wajah meringis, megusap pinggang dan perut menahan rasa sakit pada saat his.
Ø Perut tampak tegang saat his.
Ø TD: 110/80 mmHg, N: 88 x/m, P: 20 x/m, S: 37 °C.
Ø Hasil pemeriksaan dalam jam 10.20 Wita :
o  Pembukaan 3 cm.
o  Ketuban utuh menonjol.
o  Portio lunak dan tipis.
o  Presentase kepala.
o  Penurunan H.I - H.II
o  Pelepasan lendir dan darah (+)
o  Kesan panggul cukup
Ø Ibu nampak berkeringat banyak.




Tujuan jangka panjang :
w Pasien dapat beradaptasi dengan nyeri.

Tujuan jangka pendek :
w .

Kriteria:
-       Ibu tidak cemas, tegang dan gelisah.
-       Ibu tidak merintih kesakitan.
-       Ibu dapat menahan rasa sakit.
-       Ibu dapat mengerti bahwa timbulnya rasa sakit disebabkan karena kontraksi rahim.
-       Kala I dapat berjalan normal.



1.1.  Kaji tingkat nyeri & ketidaknyamanan ibu.


1.2.  Hindari bicara atau melakukan pemeriksaan pada saat kontraksi/his.
1.3.  Observasi DJJ dan kontraksi uterus tiap ½ jam dan pengeluar an pervaginam.
1.4.  Ajarkan pasien teknik relaksasi, bila terjadi his (kontraksi uterus).

1.5.  Berikan gosokan punggung pada saat terjadi kontraksi uterus.

1.6.  Berikan tekanan pada sakrum (Gate kontrol) bila perlu pada saat terjadi kontraksi uterus.
1.7.  Anjurkan ganti posisi tidur pasien.



1.8.  Jelaskan penyebab nyeri dan beritahu bahwa nyeri itu adalah hal yang fisiologis
1.9.  Observasi tanda-tanda vital.

1.10.   Observasi his dan pembukaan.


1.11.   Observasi DJJ.

 Mengidentifikasi sejauh mana tingkatan nyeri, rasa nyeri atau perasaan tidak nyaman yang dirasakan ibu.
Memberikan kesempatan pada ibu untuk mengekspreikan nyeri.
Mengetahui perkembnagan/kemajuan persalinan.

Meningkatkan pengetahuan dan kerjasama pada ibu untuk tindakan selanjutnya.
Memberikan kenyamanan dan mengalihkan perhatian serta memblokir stimulus nyeri
Memblokir stimulus nyeri & meningkatkan rasa nyaman.


Miring kiri dapat mencegah penekanan pada vena kava superior sehingga aliran darah lancar.
Meningkatkan rasa nyaman pasien terhadap nyeri.


Mengetahui perkembangan keadaan umum pasien.
Mengetahui kemajuan persalinan.
Mengetahui perkembangan dan keadaan janin.





☼IMPLEMENTASI  KEPERAWATAN  KALA  I

No.DP/Tgl
JAM
IMPLEMENTASI
EVALUASI

No.DP 1 Tanggal 14 April 2003


































10.20






































1.1.  Mengkaji tingkat nyeri dan ketidaknyamanan ibu.
v  Ibu mengatakan rasa sakit tembus ke belakang.
v  Ibu berada pada tingkat nyeri sedang.

1.2.  Mengobservasi DJJ, kontraksi uterus dan pengeluaran pervaginam, pembukaan dan penurunan kepala.
v  DJJ tiap 30 menit : 136 x/m, 136 x/m, 136 x/m.
v  Kontraksi uterus tiap 30 menit hasil: dalam 10 menit terjadi 3 x his lamanya 30” dan terus meningkat hingga 3 x dalam 10 menit lamanya 35 “.
v  Pengeluaran pervaginam darah dan lendir.
v  Pembukaan jam 10.30 wita: 3 cm, jam 11.00 wita: 5/6 cm, jam 11.30 wita 9/10 cm.
v  Penurunan kepala janin jam 10.30 wita: H.I – H.II, pada jam 11.00 wita penurunan kepala H.III – H.IV.

1.3.  Menghindari berbicara dengan ibu pada saat terjadi his.

1.4.  Menjelaskan ibu tentang teknik relaksasi pada saat terjadi his, yaitu dengan cara menarik nafas dalam melalui hidung dan menghembuskan melalui mulut.
v  Ibu melakukan teknik relaksasi pada saat his.

1.5.  Memberikan gosokan pada punggung ibu kanan dan kiri saat terjadi kontraksi uterus.
v  Ibu mengatakan cukup merasa nyaman.

1.6.  Memberikan tekanan pada os sakrum pada saat terjadi kontraksi.
v  Ibu mengatakan rasa nyeri agak berkurang.

1.7.  Menganjurkan ibu untuk merubah posisi tidur yaitu miring ke kiri dan tidur terlentang.
v  Ibu melakukan apa seperti yang dianjurkan.

1.8.  Mengobservasi tanda-tanda vital
v  TD: 110/80 mmHg, N: 88 x/m, P: 20 x/m,        S: 37 ° C.

Ø   
08 April 2003, jam 12.00 wita
S:
w Ibu mengatakan perut bagian bawah semakin sakit dan semakin sering datangnya dan disertai dorongan untuk meneran.
O:
w Ibu nampak meringis kesakitan dan gelisah.
w Tampak perineum menonjol, anus dan vulva membuka.
w Hasil VT jam 11.40 wita:
-    Portio tidak teraba.
-    Pembukaan lengkap.
-    Ketuban (+).
-    Presentase kepala
-    Penurunan H.IV.
-    Nampak kepala di vulva.
-    His 4-5 x dalam 10 menit lamanya 35”
-    Klien tampak lelah dan gelisah.
w Tanda-tanda vital : TD: 120/80 mmHg,  N: 88 x/m, P: 24 x/m, S: 37 °C.
w TFU : 3 jari bawah px
w Lama kala I 30 menit.
A:
Ibu dapat beradaptasi dengan nyeri

P:
Awasi kala II karena ibu sudah masuk kala II.

















Related Post:

0 komentar:

Daftar Isi

Welcome to Kumpulan Materi Keperawatan

Bismillah, Alhamdulillah, My Name is Ilham Burhanuddin and my nickname is Ilo and I was born in kendari on Juli 15, 1986. I’m Blogger from Indonesia. I hope all my Posts is usefull for all of you. Thanks for visit here and support me. The text, images and the tutorials themselves are under copyright of their respective author, so you cannot copy them either in english or in any other translated language. Also the Blogger Templates and Widgets provided on this website are licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License, which permits both personal and commercial use. However, to satisfy the ‘attribution’ clause of the license, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its authors.

Social Stuff

  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • HOME
Info